Menu

Ilmu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara

0 Comment

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
merupakan kumpulan pengetahuan dapat berupa fakta, konsep, prinsip, hukum,
teori, dan model yang biasa disebut produk selain itu yang paling penting dalam
IPA adalah proses dalam pembelajaran. Selain memberi bekal ilmu kepada siswa,
mata pelajaran IPA merupakan wahana untuk menumbuhkan kemampuan berpikir dan
memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan pendapat Trianto
(2007: 99)  yang menyatakan bahwa, ” Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara
sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang
berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga
merupakan suatu proses penemuan”.

IPA merupakan salah satu
pembelajaran wajib yang diberikan pada tingkat sekolah dasar. IPA merupakan
cabang ilmu yang terkait dengan cara mencari tahu tentang alam secara
sistematis, melalui proses penemuan. Sehingga seharusnya pembelajaran IPA dapat
dilakukan sedemikian rupa sehingga siswa memiliki pengalaman bagaimana
menemukan suatu konsep yang berkaitan dengan kehidupan nyata. Pembelajaran IPA
hendaknya mengenal persoalan peserta didik dengan persoalan yang berkaitan
dengan kehidupan nyata. Apabila peserta didik sudah terbiasa memecahkan
persoalan kehidupan nyata maka akan terbiasa mengembangkan kemampuan berpikir
mereka. Kegiatan tersebut menstimulus perkembangan kemampuan berpikir kritis
siswa.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Berpikir kritis
merupakan proses menganalisis atau mengevaluasi informasi suatu masalah
berdasarkan pemikiran yang logis untuk menentukan keputusan. Pengertian
tersebut sejalan dengan pendapat Kuswana (2012: 199) yang menjelaskan bahwa “Berpikir
kritis merupakan analisis situasi masalah melalui evaluasi potensi, pemecahan
masalah, dan sintesis informasi untuk menentukan keputusan”. Dan sejalan dengan
pendapat Fisher (2008: 10) menyatakan bahwa ” Berpikir kritis adalah
interpretasi dan  evaluasi yang terampil
dan aktif terhadap observasi dan komunikasi, informasi, dan argumentasi”.

Berdasarkan
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan mengembangkan
kemampuan berpikir kritis sangat penting dan harus diterapkan di sekolah
dasar.  Kemampuan dalam berpikir kritis
akan memberikan arahan yang lebih tepat dalam berpikir, bekerja, dan membantu
lebih akurat dalam menentukan suatu keputusan. Apabila kemampuan berpikir
kritis siswa terasah maka akan sangat membantu siswa dalam menyelesaikan
persoalan yang dihadapi pada kehidupan sehari-hari maupun kehidupan di masa
depan serta dapat meningkatkan hasil belajar yang baik sesuai yang diharapkan.

Hasil pra
observasi yang dilakukan pada tanggal 5 April 2017 di Sekolah Dasar Negeri 8 SP
E Kelansamyaitu mengadakan wawancara secara langsung dengan wali kelas
Vdidapatkaninformasibahwa hasil belajarpada mata pelajaran IPA masih rendah.
Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan tengah semester siswa pada halaman 107. Dari 23 siswa,
terdapat 8 siswa atau 35% yang mencapai ketuntasan minimal yaitu memperoleh
nilai diatas 70, sedangkan 15 siswa atau 65% masih di bawah standar Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM). Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di
Sekolah Dasar Negeri 8 SP E Kelansam yaitu 70. 

Selain itu hasil observasi
melalui wawancara dengan wali kelas V didapatkan informasi bahwa kemampuan
berpikir kritis siswa masih rendah. Hal ini dibuktikan dengan soal ulangan tengah
semester siswa bahwa pembelajaran IPA selama ini cenderung hanya mengasah
aspek mengingat dan memahami. Guru lebih mendominasi kegiatan pembelajaran
tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi sendiri
pemahamannya, siswa kurang dilibatkan untuk melakukan observasi di lapangan,
akibatnya siswa tidak dapat mengembangkan kreativitasnya. Hasilnya adalah siswa
sekedar memperoleh informasi dan kemudian menghafalnya. Padahal yang lebih
penting dalam pembelajaran adalah bagaimana guru memberikan pengalaman berarti
kepada siswa yang dapat meninggalkan bekas. Selain itu juga, pembelajaran yang
kurang melibatkan siswa secara aktif menyebabkan kurang sebagian besar dari
siswa tidak mampu memghubungkan antara apa yang dipelajari dengan bagaimana
pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga terbiasa
belajar jika akan diadakan ujian atau jika ada pekerjaan rumah. Tentu saja hal
tersebut cenderung membuat siswa terbiasa menggunakan sebagian kecil saja dari
potensi atau kemampuan berpikirnya dan menjadikan siswa malas untuk berpikir
serta terbiasa malas berpikir mandiri.

Masalah pembelajaran tersebut perlu dilakukan upaya inovasi
pem-belajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil
belajar kognitif siswa. Peneliti merancang suatu penelitian dengan pendekatan
pembelajaan yang dapat diterapkan di sekolah dasar, yaitu pendekatan
keterampilan proses sains. Dasar pemilihan pendekatan
keterampilan proses sains tersebut merujuk pada pendapat Sagala (2013: 74) yang
menyatakan bahwa, “Pendekatan keterampilan proses adalah suatu pendekatan
pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut menghayati proses
penemuan atau penyusunan suatu konsep 
sebagai suatu keterampilan proses”. Pendekatan keterampilan proses
merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada kegiatan keterampilan
proses yang digunakan untuk mengungkap dan menemukan fakta dan konsep serta
menumbuhkan sikap dan nilai yang diperlukan oleh siswa.

Selanjutnya menurut Semiawan (Hikmawati, 2012: 46)
menyatakan bahwa, “Pendekatan keterampilan proses pada hakikatnya adalah suatu
pengelolaan kegiatan belajar-mengajar yang berfokus pada keterlibatan siswa
secara aktif dan kreatif dalam proses pemerolehan hasil belajar”. Dengan
melatih siswa untuk bertanya dan terlibat lebih aktif dalam pembelajaran. Maka
diyakini dapat mempermudah pemahaman siswa terhadap materi pelajaran dan melatih
siswa untuk berpikir kritis.

Upaya
menjembatani kondisi dari permasalahan di atas, salah satu langkah penting yang
harus dilakukan adalah mengadakan perubahan dan perbaikan pada aspek
pembelajaran. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah meningkatkan
kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar kognitif IPA siswa di SDN 08 SP E
Kelansam  melalui penerapan pendekatan
keterampilan proses sains. Dengan
demikian peneliti memilih judul penelitian “Penerapan Pendekatan Keterampilan
Proses Sains Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar
Kognitif Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Kelas V Sekolah Dasar Negeri 08 SP E
Kelansam Tahun Pelajaran 2017/2018”.

x

Hi!
I'm Alex!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out