Menu

1. perancangan dan manufaktur teknis, hingga layanan pembuangan

0 Comment

1. Deskripsi ProdukTeh Botol Sosro yang awalnya bernama Teh Cap Botol, dijual pertama kali tahun 1940 dalam bentuk kemasan teh kering siap saji. Teh berjenis jasmine tea (campuran teh hijau dan bunga melati) sebenarnya terasa enak dan segar, hanya saja cara-cara meracik minuman yang buruk kerap kali menenggelamkan cita rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, keluarga Sosrodjojo merancang kampanye mengenai takaran meracik teh yang pas, namun kampanye ini gagal disebabkan masyarakat ketika itu menganggap meracik teh dengan baik bukanlah sebuah hal yang penting. Akhirnya timbul ide untuk menjual teh ini dalam kemasan botol yang siap diminum.Teh Botol Sosro merupakan produk teh botol yang pertama yang dijual di Indonesia. Perintisan dimulai dengan mendirikan PT Sinar Sosro di daerah Cakung, Jakarta Timur pada tahun 1974. seiring pergantian tahun usaha pemasaran berkembang sangat pesat. Perusahaan ini memiliki satu filosofi yang yaitu “NIAT BAIK” kemudian dijabarkan sebagai sosro yang tanpa pengawet, tanpa pemanis buatan dan tanpa pewarna.Produk unggulan PT. Sinar Sosro adalah Teh botol Sosro kemasan botol beling atau sering disebut RGB ( Returnable Glass Bottle) merupakan produk Teh siap minum yang pertama di Indonesia dan di Dunia yang sudah diluncurkan sejak tahun 1969. Untuk memenuhi kebutuhan pecintanya dimanapun berada, Tehbotol Sosro dengan inovasinya sampai dengan tahun 2015 ini telah memiliki banyak pilihan kemasan produk  yaitu :1.       Kemasan botol beling, volume 220 ml2.       Kemasan kotak (Tetra Pak), volume 200 ml, 250 ml, 330 ml dan 1 Liter3.       Kemasan botol plastik PET 450 ml dan 350 ml4.       Kemasan pouch 230 ml Varians Produk Teh Botol Sosro2. Skema Life Cycle Skema Life Cycle2.1. Life Cycle ProdukDi industri, manajemen siklus hidup produk adalah proses pengelolaan keseluruhan siklus produk dari awal pembuatan, melalui perancangan dan manufaktur teknis, hingga layanan pembuangan dan daur ulang produk manufaktur. Manajemen siklus hidup produk mengintegrasikan orang, data, proses, dan sistem bisnis serta menyediakan informasi penting suatu produk untuk perusahaan untuk keperluan pengembangan perusahaan kedepannya.2.2. Ruang Lingkup Manajemen Siklus Hidup Produk1. Rekayasa sistem difokuskan untuk memenuhi semua persyaratan, terutama memenuhi kebutuhan pelanggan, dan mengkoordinasikan proses perancangan sistem dengan melibatkan semua disiplin ilmu yang relevan.2. Produk difokuskan untuk mengelola alokasi sumber daya, mencatat kemajuan, merencanakan proyek pengembangan produk baru yang sedang dalam proses pengembangan. 3. Desain produk adalah proses pembuatan produk baru untuk dijual oleh bisnis kepada pelanggannya.4. Manajemen proses manufaktur adalah kumpulan teknologi dan metode yang digunakan untuk menentukan bagaimana produk tersebut  akan diproduksi.5. Manajemen data produk difokuskan untuk mendapatkan dan memelihara informasi tentang produk melalui pengembangan dan masa manfaatnya. 3. 5 Unsur Kerangka Life Cycle3.1. Raw MaterialPada proses pertama adalah penyediaan bahan baku pembuatan Teh Botol Sosro, bahan pengemas produk maupun bahan pembantu yang diperlukan dalam proses produksi, antara lain teh kering dan gula pasir, botol, tutup botol, poly aluminium chloride, kaporit, garam, dan lain sebagainya.3.2. Proses ProduksiTahap I : Penyeduhan TehTeh kering yang di ekstrak dengan menggunakan air panas pada temperatur 100?- 105?C selama 15 – 20 menit. Teh wangi melati di seduh didalam tangki ekstraksi dengan air yang mendidih kemudian kadar tanin pada teh di filter dengan filter cosmos. Proses ini menghasilkan Teh Cair Pahit (TCP) yang kemudian ditampung pada mixing tank atau tangki pencampuran.Tahap II : Pembuatan Sirup GulaGula pasir dilarutkan dengan air softener pada temperatur 100? ± 5? C. Penyaringan larutan gula dilakukan untuk mengurangi kesadahan sirup gula penyaringan dilaukan dengan filter cosmos, jika kesadahan gula tercapai, sirup gula langsung dimasukkan ke Mix Tank untuk dicampur dengan TCP.Tahap III : PercampuranDari tangki penampungan, sirup gula dan TCP dipompa ke tangki percampuran untuk mencampur sirup gula dan TCP dan dihasilkan Teh Cair Manis (TCM) pencampuran dilakukan sampai tercapainya kadar gula pada TCM yang telah sesuai denga standar pabrik.Tahap IV : Pemanasan Teh Cair ManisTCM adalah percampuran antara TCP dengan sirup gula yang kemudian dipanaskan hingga mencapai temperatur diatas 90?C fungsi pemanasan sendiri adalah untuk menekan pertumbuhan dan membunuh bakteri berbahaya yang ikut masuk selama proses sebelumnya. Proses pemanasan ini disebut sebagai unit pasteurisasi yang menggunaan prinsip pemanasan tak langsung.Tahap V : Pengisian Dalam BotolSetelah di pasteurisasi TCM di masukkan ke mesin pengisi botol. TCM secara langsung dimana temperatur masih di atas 90?C yang kemudian diisikan ke dalam botol panas yang sudah dicuci dengan air panas dan steril sehingga bebas dari kuman. Kemudian dibiarkan sampai mendingin dengan sendirinya3.3. DistribusiSaluran distribusi tidak langsung yang dilakukan yaitu dengan saluran tiga tingkat. Tingkat pertama menyalurkan teh botol sosro kepada pedagang besar. Pada tingkat kedua meneruskan produk teh botol sosro kepada pedagang menengah. Tingkat yang terakhir disalurkan lagi kepada pengecer yang kemudian sampai ke konsumen.Selain di dalam negeri, produk PT. Sinar Sosro merambah pasar luar negeri dengan mengekspor produknya dalam kemasan kotak dan kaleng ke beberapa Negara seperti Afrika, Singapura, sebagian Timur Tengah, Australia, Malaysia, Amerika, dan Brunei Darussalam 3.4. Daur UlangLimbah dari masing-masing unit dikumpulkan dan dipisahkan berdasarkan jenis-jenis limbah. Untuk limbah padat organik  dan limbah cair  akan dikumpulkan pada tempat yang tersedia di Pabrik Sosro, sedangkan  untuk limbah padat anorganik akan ditampung dan akan diambil oleh pihak ke tiga untuk di daur ulang.3.5. End of LifeSetelah produk sampai kepada konsumen produk sudah hampir memasuki masa akhirnya, setelah produk teh habis di konsumsi maka akan menghasil kan limbah berupa kemasan dari produk tersebut. Untuk perlakuan pada limbah tersebut akan sepenuhnya diserahkan kepada konsumen bisa di daur ulang atau bisa langsung di buang begitu saja.4. Upaya Penerapan Teknologi BersihPada PT. Sinar Sosro dalam produksinya pasti menghasilan limbah pada perlakuannya PT. Sinar Sosro sudah menerapkan salah satu upaya pengkaplikasian teknologi bersih, yaitu dengan melakukan pengomposan dengan limbah ampas teh yang di hasilkan selama proses produksi.Untuk mengolah limbah padat organik yang berupa daun teh, pabrik Sosro menggunakan 2 metode yaitu, metode thermofil dan vermikompos.4.1. Metode thermofilAmpas teh di letakkan pada bak atau tempat khusus. Kemudian ampas teh yang dibiarkan di tanah dan dinginkan selama satu hari. Selanjutnya proses penguraian dengan pemberian mikroorganisme untuk menguraikan ampas teh. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pembalikan yang dilakukan seminggu sekali. Setelah pembalikan biarkan membusuk selama 1 bulan sehingga menjadi kompos.4.2. Metode vermi komposVermi kompos adalah pengolahan limbah menggunakan bantuan organisme yaitu cacing. Kemudian ampas teh yang dibiarkan di tanah dan dinginkan selama satu hari. Selanjutnya cacing dimasukkan ke ampas teh yang telah dingin. Cacing-cacing itu akan berekskresikan kotoran yang nantinya akan menjadi kompos.Untuk hasil limbah cair  dari PT. Sinar Sosro biasanya digunakan menyiram tanaman hias di sekitar pabrik. Untuk produk yang gagal akan dikemas ulang dan dijual tapi sebelumnya setelah melewati uji kelayakan jual. Sedangkan limbah botol dan krat rusak dijual ke pabrik pembuat botol.

x

Hi!
I'm Alex!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out